Senin, 31 Oktober 2016



TERBENAM
OLEH : DENADA EKA PRATIWI


Dulu, kau hadir menyapa ruang kosong ini
Membawa segenap harapan dan kasih sayang
Menyinari setiap relung gelap diri
Dengan rasa tulus di setiap hari
Cahaya cintamu begitu luas dan indah
Menemani raga dan pikiran yang sempat sepi
Dan semua kini telah berevolusi
Perlahan dirimu menjauh
Menghilangkan cahaya cinta itu dari sunyi hatiku
Kini hanya tersisa seberkas bayang-bayangmu
Yang mungkin aku tidak tahu kapan
Dapat melihatmu kembali dengan perasaan yang sama


Jakarta, 28 September 2016

Minggu, 31 Januari 2016

my poems 1

Dear Sahabatku

Mungkin bulan bisa bersinar terang
Seindah hati yang tenteram nan bersahaja
mungkin bunga kan semain elok
seelok sebuah senyuman nan manis
kau tau sahabat ?
bulan juga butuh bintang
yang bisa menemaninya dalam kegelapan malam
bunga juga butuh kumbang
yang bisa membuatnya semakin mekar dan cantik
itulah engkau sahabatku,
saat kesendirian menimpaku, kau hadir meramaikan
saat kesedihan melanda hatiku, kau datang menenangkan
saling melengkapi, saling menguatkan, saling menemani kala apapun
engkaulah sahabatku,
bahagia itu sederhana bila bisa terus denganmu


11909163_1669477213309632_947314675_n.jpgNama : Denada Eka Pratiwi
Facebook : Dena eka pratiwi
No. Hp : 087821234293

Karya : belum ada yang diterbitkan

my stories 2

Kamu, Kembalilah
Denada Eka Pratiwi


Mata itu menyiratkan ketulusan. Ucapnya yang penuh bijak  membuat tubuh ini kaku tak berdaya. Aku hanya bisa diam membisu di bawah rinai hujan malam itu, bersamanya.
“Aaakuu, akuu, belum siap mas, “, ucapku sambil menunduk dihadapnya.
“Baiklah, tak apa. Tapi bila kamu berkenan, pikirkan kembali ya. Aku akan kembali lagi setelah pekerjaanku selesai diluar kota. Aku akan kembali padamu, Aldeva. “, ujar mas Dion tersenyum padaku.
Malam itu ialah  malam yang indah bagiku. Bersama dengan lelaki yang ku cintai sejak kami bertemu dua tahun lalu. Dialah Dion Prayoga Wicaksono, lelaki berusia 35 tahun, telah mapan, memiliki paras yang menarik, bersahaja,  dan ia adalah bos ku di kantor. Suatu pengalaman unik seorang atasan menyukai karyawannya yang biasa-biasa saja sepertiku. Apalagi dengan rentang usia kami yang cukup jauh. Mungkin bagai petir dimalam hari yang siap menyambar hatiku kala ia mengajakku untuk menikah saat itu.
Dua bulan lamanya mas Dion pergi keluar kota. Tak ada kabar apa-apa darinya. Tiba-tiba ia datang ke rumahku dengan senyuman dibibirnya sambil membawa beberapa kantung plastik berisi oleh-oleh dari perjalanannya. Ia sangat ramah dengan orangtua dan keluargaku, seakan ia ingin menjadi bagian dari keluarga Abidin, keluargaku. Setelah cukup lama kami berbincang, mas Dion pun berkata  serius ditengah perbincangan hangat tadi,
“Aldeva Hana Abidin, maukah kamu menjadi istriku?”, ucapnya sambil berlutut dihadapku dan memasang cincin dijemariku.
Dan tubuhku pun kembali terpaku, nafas ini berhenti sejenak seiring detak jantung yang kian meningkat.
“ya, mas. Aku mau menjadi istrimu.”, ucapku tersenyum dihadapnya.
Dan hari itu pun tiba. Aku menikah dengan mas Dion. Walaupun tak ada perayaan khusus hanya keluarga dan kerabat dekat yang hadir dalam acara sakral itu. namun acara suci itu sungguh bermakna buatku dan juga mas Dion.
Satu bulan setelah aku menikah, mas Dion mulai menunjukan sikap anehnya. Ia sering pulang larut malam dengan alasan banyak pekerjaan kantor. Aku berusaha untuk memahami kesibukannya. Terlebih setelah kami menikah, aku mengundurkan diri dari kantor dan ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik buat mas Dion. Maklum seorang bos muda yang bertalenta seperti mas Dion pasti super sibuk.
“Mas, kamu dimana? Sudah larut mas, istirahatlah dan lekas pulang ya.”, aku mengirim pesan untuk mas Dion. Aku memikirkannya, aku khawatir padanya. Hari ini ia belum pulang sejak kemarin. Tiba-tiba maag ku kambuh. Sakit sekali rasanya. Lalu aku pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kembali penyakitku ini.
“Mba Deva silakan menunggu giliran dan harap duduk di kursi yang telah tersedia.”, ucap perawat rumah sakit.
“Baik, terima kasih suster.”, ucapku.
Brruuggg.. suara benda terjatuh.
“ohh, maafkan saya, saya tidak melihat anda, permisi mba.”, ucap seorang lelaki yang setengah berlari ke koridor rumah sakit.
“iya pak, tidak apa-apa.”, ucapku yang tidak sempat melihat wajahnya.
Selembar berkas tergeletak didepanku. Mungkin ini milik lelaki itu.
“Mas, anda ketinggalan sesuatu. Maaasss !!!”, ucapku sambil berlari mengejar lelaki itu.
Lelaki itu berhenti di sebuah kamar. Ada seorang anak laki-laki dan seorang perempuan terbaring lemah di atas ranjang dengan banyaknya infusan di badannya juga ada beberapa suster dan dokter yang sibuk menangani perempuan itu. Seketika aku penasaran ada apa yang terjadi. Aku hanya melihat dari balik jendela pintu.
“Pak, sebelumnya kami mohon maaf. kemungkinan umur istri anda tidak lama lagi. Kami sudah melakukan semampu kami. Hanya pertolongan dari Tuhan yang mampu menolong istri anda. Berdoalah, semoga Tuhan berkehendak lain. Permisi.”, ucap dokter meninggalkan ruangan itu.
“iya terima kasih dok atas bantuannya selama ini.”, ucap lelaki itu dengan menitikan air mata.
“Ayah, bunda tidak apa-apa kan? Bunda kapan pulang ke rumah ayah?”, suara anak laki-laki itu sejenak memecah keheningan di ruangan.
“iya nak, kalau mau bunda cepat pulang ke rumah, banyak berdoa ya buat bunda. Bunda baik-baik saja. Tenanglah nak, ada ayah disini untukmu.”, ujar lelaki itu memeluk anaknya. Suasana mengharukan itu  membuatku ikut bersedih. Tidak lama lelaki itu menoleh ke pintu dan hendak keluar. Betapa terkejutnya aku saat ku lihat wajah itu, ia adalah Mas Dion.
“Mas ?”, ucapku.
“(terkejut) Deva? Kamu sedang apa disini? Kamu sudah melihat kejadian tadi?”, ucap mas Dion berusaha menetralkan perasaannya.
“Ayah, ini siapa?”, ucap anak lelaki tadi di hadapku.
“jjjaaddii, kamu, kamu sudah punya istri mas? (terbata-bata), mas jawab aku. Mas !!! aku benci kamu !!”, ucapku dengan perasaan tak karuan dan pikiran ku kacau. Lalu aku lihat setitik bayang-bayang hitam dimataku dan mereka perlahan menyebar diseluruh penglihatanku. Brruggg.. aku pun terjatuh.
Cahaya terang menusuk mataku dengan suara bising terdengar di samping telingaku.
“Aaarrgghh, ssakit,. Pusing kepalaku.”, ujarku
“Deva, ini mas Dion. Kamu masih ingat mas kan?”, ucap mas Dion sambil mengusap kepalaku.
“untuk apa mas disini? Pergi mas ! aku tidak mau bertemu denganmu lagi !”, ucapku seraya melepaskan tangan mas Dion dari kepalaku.
“Deva, mas minta maaf atas semua kejadian ini. Mas menyesal tidak memberitahumu tentang yang sebenarnya terjadi. Pasti kamu bertanya ada apa hubungan mas dengan perempuan yang terbaring di kamar tadi dan anak laki-laki ini kan? Baiklah akan mas jelaskan padamu”, ujar mas Dion seraya menenangkan perasanku.
Mas Dion sudah lima tahun menikah dengan mba Ayla dan memiliki seorang putra bernama Rakanda. Mba Ayla menderita sakit Leukimia sejak lama. Mas Dion tak ingin kehilangan istri pertamanya itu. Namun semenjak bertemu denganku dua tahun lalu dikantornya, ia merasakan gejolak yang berbeda hingga mengantarkannya pada kekalahan kekuatan cinta yang akibatnya berujung poligami. Mba Ayla belum mengetahui semua ini. Aku tau perasaan ini. Dibohongi, tersakiti, dan harus memahami mas Dion.
“Mas, aku mengerti maksudmu. Namun aku pun tak rela bila menjadi orang ketiga diantara keluarga kalian. Kembalilah mas, rawat istri dan anakmu baik-baik. Jadilah keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Jangan pernah lagi untuk kalah dari nafsu sesaat. Jangan biarkan benteng cintamu dan mba Ayla runtuh hanya karena kehadiran orang lain sepertiku. Aku rela mas, mungkin kita sebaiknya berpisah.”, ucapku memegang tangan mas Dion sambil menitikan air mata untuk kesekian kalinya.
Beberapa bulan telah berlalu. Akhirnya aku pun cerai dengan mas Dion. Istrinya lambat laun telah pulih. Namun takdir berkata lain. Tiba-tiba mas Dion datang kembali ke rumahku.
“Deva..”, ucapnya dengan sedikit tersedu.
“Mas Dion? Ada apa mas kemari?”,
“Ayla telah meninggal. Kemarin hari ke 40 nya. Aku berpikir keras karena Rakanda merengek membutuhkan kasih sayang seorang Ibu. Aku tak tau harus bagaimana. Lalu aku teringat kamu. Dan bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ?”, ujar mas Dion, lalu ia memegang tanganku.
“Maukah kamu menjadi ibu dari anakku Deva?”, ujar mas Dion mengagetkanku.
“Apa? (terkejut) tapi mas, aku tidak bisa. Kamu bisa dapat yang lebih baik. Kamu sudah janji untuk setia pada istrimu sampai akhir hayat kalian. Tepatilah janji itu mas. Maaf aku tak bisa.”, ucapku seraya melepas tangan mas Dion dan meninggalkannya di depan rumah dengan hati yang terluka.




Namaku Denada Eka Pratiwi, sering dipanggil Dena. Nama penaku Hana Melodi Greenda. Aku berusia 20 tahun. Aku sorang mahasisiwi (Praja) di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) semester VI. Aku hobi menulis cerpen dan puisi juga membaca semua yang berhubungan dengan sastra.
Alamat Kampus: Jl. Ampera Raya, Cilandak Timur, Jakarta Selatan)
Alamat rumah : Ciekek Karaton rt/rw 01/08, kel.Karaton, kec. Majasari, Kab. Pandeglang, Banten
E-mail : denaep96@gmail.com
No. telepon :087821234293


Selasa, 22 Desember 2015

entah dari mana ini aku mulai
saat ini hanyalah sepi yang aku rasakan
mungkin mudahnya ini di sebut sebagai rasa RINDU
rindu akan hadirmu yang di jauh sana
rindu akan candaanmu yang konyol yang selalu butaku tersenyum
rindu akan ambekmu ia, manjanya ia, kata-kata romantisnya,
rindu semua hal yang biasa kamu lakukan dikala waktu senggangnya untukku
namun jarak dan waktu yang belum sempat mempertemukan kita
semoga tak jadi halangan akan hubungan ini ya,
kamu, sudah jadi kepercayaan aku,
untuk jadi pendampingku kelak, walau aku belum pernah bertemu kamu
kuatkan hati ini selalu, agar yang aku putuskan ini tak menjadi sia-sia belaka
jangan pernah kecewakan aku ya, aku mohon
aku terlalu rapuh di dalam, dan sok tegar dari luar
aku bisa beri nasehat ke orang lain agar tidak mudah galau atau baper
tapi aku sendiri tak bisa lakukan apa yang aku nasehatkan buat orang lain
aku memang begini adanya,
aku hanya ingin lihat bagaimana kamu mampu menerima kekurangan aku
dan yang aku percayai ialah aku yakin kita akan bertemu ataupun diertemukan di waktu yang tepat
kamu adalah salah satu motivasiku untuk lakukan hal yang harus aku usahakan agar lebih baik
terima kasih atas segala yang kamu berikan selama ini
kamu telah memberikan kebahagaan kembali buatku
maafkan aku bila aku masih egois, posesif, dan sebaginya
aku begini adanya,

sepenggal kata'-kata tadi biasa aku tulis kala hati ku merasa gundah,
kamu bisa kah menerima aku yang begini ? bagaimana? alay kah? hehe
:)

22-12-2015 10.48 Pandeglang-Banten
for Jember-Jawa Timur

Sabtu, 19 Desember 2015

BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang
Sumber daya energi terdiri atas sumber energi yang tidak terbarukan seperti minyak bumi, gas bumi, gambut, dan batu bara serta sumber daya alam lain yang terbarukan seperti tenaga air, panas bumi, tenaga angin, biomassa, dan tenaga surya. Dilihat dari sumbernya, energi dalam bentuk yang diberikan oleh alam, seperti minyak bumi, gas bumi, batu bara, tenaga air, tenaga panas bumi, tenaga matahari, dan biomassa dikenal sebagai energi primer. Energi dalam bentuk yang sudah siap dipakai oleh konsumen, seperti bahan bakar minyak (BBM), gas bumi, batu bara, dan tenaga listrik dinamakan energi final. Energi yang diperoleh dari hasil tambang meliputi minyak bumi, gas bumi, batu bara, panas bumi, gambut, dan uranium, sedangkan yang bukan dari hasil tambang, antara lain surya, air, biomassa, angin, dan laut.
Kesejahteraan manusia dalam kehidupan modern sangat ditentukan oleh jumlah dan mutu energi yang dimanfaatkannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Di samping itu, energi juga merupakan unsur penunjang yang sangat penting dalam proses pertumbuhan ekonomi dan sangat menentukan keberhasilan pembangunan sektor lainnya. Oleh sebab itu, pemenuhan kebutuhan energi dalam jumlah dan mutu yang memadai merupakan upaya yang senantiasa harus menjadi perhatian. Selain itu, energi adalah komoditas yang dapat diperdagangkan atau dieksport sehingga berperan pula sebagai sumber devisa yang penting.
Dengan demikian, energi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan proses pembangunan, dan oleh karena itu pembangunan sektor energi harus dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna.
Provisi Banten merupakan provinsi yang memiliki potensi wilayah di tiap-tiap kabupaten/kota nya, salah satunya ialah potensi wilayah dari segi aspek fisik wilayah yaitu berupa unsur energi. Dinas pertambangan dan energi (DISTAMBEN) povinsi Banten merupakan unsur pelaksana teknis  otonomi daerah bagian pertambangan dan energi yang juga sebagai penentu potensi unsur energy yang ada di wilayah provinsi Banten.
Kewenangan Provinsi dalam Pengelolaan Bidang Pertambangan dan Energi, secara administrasi pemerintahan, diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kab/Kota.

1.2  Rumusan Masalah
-          Apa yang termasuk  aspek fisik wilayah yang berupa unsur energi yang berada di provinsi Banten ?
-          Bagaimana perkembangan energi baru terbarukan di provinsi Banten ?

1.3  Tujuan
-          Mengetahui aspek fisik wilayah yang berupa unsure energi yang berada di provinsi Banten.
-          Mengetahui perkembangan energi baru terbarukan di provinsi Banten.

1.4  Manfaat Penelitian
Dalam makalah ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pembaca berupa pengetahuan maupun wawasan mengenai aspek fisik wilayah berupa unsure energy yang berada di provinsi Banten.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA



2.1 sumber daya energi
Sumberdaya energi merupakan kebutuhan pokok dan merupakan komponen mutlak ketika kita ingin membangun sebuah peradaban masyarakat suatu bangsa ataupun dunia saat ini. Ketiadaan sumberdaya energi atau ketidakmampuan suatu masyarakat atau negara dalam menyediakan sumberdaya energi mengakibatkan lemahnya kemampuan suatu masyarakat atau negara tersebut dalam membangun peradabannya. Bahkan bisa berujung kepada terjadinya krisis multidimensi.
Ketergantungan manusia akan bahan bakar fosil sangat tinggi. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil ini tidak hanya sebatas sektor transportasi saja namun juga sektor kebutuhan primer sandang, pangan, dan papan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan krisis energi. Kebutuhan akan energi ini masih akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, kualitas dan taraf hidup masyarakat, serta teknologi. Meskipun pengembangan teknologi bisa saja menekan kebutuhan energi melalui teknologi peningkatan efisiensi penggunaan energi.
Masalah krisis energi sebenarnya merupakan masalah yang relatif terhadap sudut pendang kita dalam memandang satu item sebagai gaya hidup yang memuaskan dan pemilihan sumber energi. Krisis energi saat ini lebih disebabkan karena krisis cadangan minyak bumi, gas alam, dan batubara. Untuk itu perlu ada pengembangan energi alternatif. Krisis ini secara umum akibat adanya ketidakseimbangan antara ketersediaan energy terhadap permintaan energy.

2.2 Sumber Daya Energi Terbarukan (renewable energy resources) : is this the next energy?
                Seiring dengan peningkatan kebutuhan sumber daya energi  yang meningkat drastis, inovasi-inovasi baru mengenai sumber daya energi berkembang dengan cepat. Dengan hadirnya inovasi-inovasi baru ini, diharapkan dapat menangani permintaan kebutuhan energi dunia yang sangat besar ddan rumor menyatakan bahwa anya dengan non-renewable energy beberapa tahun lagi krisis energi dunia akan terjadi apabila perusahaan-perusahaan tidak dapat menemukan lokasi/cadangan energi baru. Di Indonesia, makin berkurangnya ketersediaan sumber daya energi fosil, khususnya minyak bumi, yang sampai saat ini masih merupakan tulang punggung dan komponen utama penghasil energi di Indonesia, serta makin meningkatnya kesadaran akan usaha untuk melestarikan lingkungan, menyebabkan kita harus berpikir untuk mencari altematif penyediaan energi yang memiliki karakter;
1.         Dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian energi fosil, khususnya minyak bumi
2.         Dapat menyediakan energi listrik dalam skala lokal regional
3.         Mampu memanfaatkan potensi sumber daya energi setempat, serta
4.         Cinta lingkungan, dalam artian proses produksi dan pembuangan hasil produksinya tidak merusak lingkungan hidup disekitarnya.
 Sumber energi biomassa, hydropower, angin, dan matahari tergolong dalam sumber energi renewable (terbarukan). Dalam pengembangan sumber energi alternatif, kita bisa saja memanfaatkan sumber energi baik yang renewable mau punnonrenewable. Meski demikian kita perlu mempertimbangkan berapa lama sumber daya non-renewable mampu men-supply kebutuhan energi dunia dan berapa banyak penduduk dunia yang dapat dipenuhi kebutuhan energinya dengan pemanfaatan sumber energi renewable.
                Sumber daya ini merupakan sumber daya energi yang bersifat dapat diperbaharui dan dirumorkan rendah atau bahkan tanpa emisi. Prinsip kerja pemanfaatan dari sumber daya energi ini lebih didominasi oleh transformasi energi gerak atau panas menjadi energi listrik yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik  sehari-hari. Sumber panas dapat berupa energi cahaya matahari dan panas bumi, sedangkan energi gerak dihasilkan dari perputaran turbin/generator yang digerakkan oleh angin, air, dll.
Berikut adalah contoh-contoh dari Sumber Daya Energi Terbarukan:
1. Energi Surya
Matahari merupakan sumber energi terbesar. Sinar matahari, atau tenaga surya dapat digunakan untuk memanasi, memberikan penerangan, atau mendinginkan rumah atau bangunan lain, menghasilkan listrik, memanaskan air dan bermacam proses industri. Energi surya sendiri tidak memiliki kapasitas besar sebab dibatasi ketersediaan ruang dan biaya pembuatan yang mahal. Meski begitu pengembangan teknologi pemanfaatan energi surya terus berkembang untuk menghasilkan efisiensi pemanfaatan energi surya yang semakin baik.

2. Energi Angin : Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan
3. Energi Air :Air yang mengalir dapat dijadikan energi untuk memutar kincir yang selanjutnya energi tersebut digunakan untuk proses mekanis industri.
4. Energi Biomassa : Biomassa dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dan sebagai bahan bakar transportasi. Biofuels (minyak nabati) juga dapat digunakan sebagai energi terbarukan jika ditanam pada lahan kritis atau marjinal (bukan hutan)
5. Energi Hidrogen : Sekali terpisah dari elemen lainnya, hidrogen dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan, menggantikan gas alam untuk memasak dan memanaskan, juga untuk menghasilkan energi listrik.
6. Energi Panas Bumi : Panas yang terkandung dalam perut bumi menghasilkan uap dan air panas yang dapat digunakan untuk memberikan tenaga pada generator dan menghasilkan listrik. Meningkatnya kebutuhan akan energi serta meningkatnya harga minyak, khususnya pada tahun 1973 dan 1979, telah memacu negaranegara lain, termasuk Amerika Serikat, untuk mengurangi ketergantungan mereka pada minyak dengan cara memanfaatkan energi panas bumi. Saat ini energi panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di 24 Negara, termasuk Indonesia. Disamping itu fluida panas bumi juga dimanfaatkan untuk sektor nonlistrik di 72 negara, antara lain untuk pemanasan ruangan, pemanasan air, pemanasan rumah kaca, pengeringan hasil produk pertanian, pemanasan tanah, pengeringan kayu, kertas dll
7. Energi Gelombang Laut
Energi dari gelombang lautan dan ombak dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik dan tenaga panas lautan dapt diubah menjadi listrik.

2.3 Peranan Geologi Lingkungan terhadap Sumber Daya Energi
                Kebutuhan sumber daya energi saat ini merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia, terutama industri. Banyak industri-industri saat ini telah mengeksplorasi berbagai jenis sumber energi baik hidrokarbon maupun non hidrokarbon dan telah banyak pula mengembangkan pemanfaatan sumber daya energi yang terbarukan (renewable). Tahapan eksplorasi dan eksploitasi ini juga pastinya akan berdampak pada lingkunga, terlebih lagi dalam eksplorasi dan eksploitasi sumber daya energi non-renewableyang memiliki banyak dampak terhadap lingkungan, seperti halnya pencemaran tanah, penurunan muka air tanah, dll. Untuk itu, geologi lingkungan sangatlah penting dalam usaha bagaimana meminimalisir dampak dan memberikan skenario terbaik usaha-usaha pasca eksplorasi dan eksploitasi sehingga dapat dicapai suatu kesetimbangan antara sumber daya energi yang didapat dan faktor lingkungan yang dikembalikan (reklamasi lahan, dsb.). Berikut merupakan poin-poin penting peranan geologi lingkungan dalam usaha pemanfaatan sumber daya energi :
·         Menanggulangi terjadinya degradasi lingkungan akibat kegiatan penambangan.
·         Membatasi kegiatan pembukaan lahan untuk eksploitasi maupun eksplorasi.
·         Untuk pengawasan dan mitigasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas eksplorasi dan eksploitasi
·         Memahami dan menyesuaikan batasan-batasan rencana eksplorasi atau eksploitasi yang dipengaruhi oleh lingkungan geologis suatu daerah
·         Mengetahui kondisi lingkungan geologis yang tepat untuk pembuangan limbah sehingga bisa mengurangi masalah kontaminasi dan polusi.
·         Pemahaman tentang bencana alam dan mengurangi dampaknya pada manusia.
·         Dengan manajemen lingkungan yang efektif, maka akan dapat mengurangi dampak negatif dari eksploitasi mineral.
Pada hakekatnya permasalahan lingkungan akan muncul ketika eksploitasi sumberdaya  mengabaikan prinsip-prinsip pengelolaan yang berkelanjutan. Permasalahan lingkungan saat ini telah menjadi isu global dan menjadi perhatian para peneliti maupun para pengambil keputusan. Banyak tempat di muka bumi saat ini kondisi lingkungannya sangat buruk dan sebagian besar dalam kondisi yang kritis. Penurunan kualitas lingkungan dapat kita jumpai diberbagai belahan bumi, terutama di tempat-tempat dimana eksploitasi sumberdaya energi sudah tidak mengindahkan kelestarian lingkungan dan pengelolaan yang tidak bertanggungjawab.


BAB III
PEMBAHASAN


Berdasarkan data dari Dinas Pertambangan dan Energi (DISTAMBEN), provinsi Banten memiliki potensi pertambangan dan energi sebagai berikut :

1.      Potensi Ketenagalistrikan
Sistem kelistrikan di Provinsi Banten merupakan bagian dari sistem interkoneksi tenaga listrik Jawa-Madura-Bali. Sistem ini merupakan interkoneksi jaringan tegangan ekstra tinggi 500 KV, yang membentang sepanjangJawa-Bali Kondisi Eksisting Ketenagalistrikan di Provinsi Banten Kebutuhan listrik di Propinsi Banten dipenuhi dari pembangkit listrik di sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali, pembangkit captive, serta pembangkit-pembangkit isolated dalam jumlah yangkecil. PLTU Suralaya yang terletak di Suralaya, Kota Cilegon, Propinsi Banten merupakan pembangkit, yang terhubung dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (JAMALI)  melalui  transmisi SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra  Tinggi) 500 Kv. PLTU Suralaya merupakan pembangkit berbahan bakar batubara terbesar di Indonesia yang mempunyai total kapasitas 3.400 MW. PLTU Suralaya memasok energi listrik ke Propinsi Banten sekitar 25% dari keseluruhan energi listrik di sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali.
PLTGU Cilegon yang berlokasi di Bojonegara, Kabupaten Serang, dengan daya 750 MW, juga merupakan salah satu pembangkit besar di Provinsi Banten yang terhubung dengan sistem interkoneksi JAMALI.
Di Cilegon terdapat pembangkit listrik milik Krakatau Steel yaitu Krakatau Daya Listrik (KDL) mempunyai kapasitas pembangkit 400 MW (5 x 80 MW) untuk mensuplai energi listrik ke Krakatau Steel dan setiap malam sisa kebutuhan untuk Krakatau Stell diekspor/dijual ke PLN sebesar 80 - 100 MW (masuk sistem JAMALI).
·         Luas Wilayah Pelayanan         : 2.206,08 km2
·         Wilayah yang Dilayanan         :
·         Kota Serang
·         Kabupaten Serang
·         Kota Cilegon
·      Jumlah Penduduk        :  2.354.543 jiwa
-          Kecamatan                  :  42  kecamatan
-          Desa                            :  417 desa
·         Unit Pelayanan               :  5  Rayon
-          Rayon Prima Karakatau
-           Rayon Serang
-          Rayon Cikande
-          Rayon Cilegon
-          Rayon Anyer
·         Kantor Pelayanan        :   15 KP
-          Jumlah Pelanggan       :   537.094 plg
-          Jumlah Pelanggan TT (I4)      :   15 plg
-          Rata-rata Rp. Jual / bln            :   503 milyar
-          Rata-rata kWh jual/bln :   693 GWh
-          Harga Jual Rata-rata    :   Rp 712,8/kWh

Pembangkit Captive di Provinsi Banten
Kabupaten/Kota
Pembangkit
Kapasitas Total (MW)
Jumlah Pembangkit
Kabupaten/Kota
PLTA
2
3

PLTD
6
52
Kabupaten Tangerang
PLTD
586
730

PLTD
462
276
Kabupaten Serang
PLTU-G
1.200
15
Kabupaten Tangerang
PLTD
40
25
Kabupaten Cilegon
PLTD
34
2
TOTAL

2330
1103















Total kapasitas terpasang pembangkit listrik yang berada di Propinsi Banten saat ini yaitu sekitar 4.200 MW atau 4.2 CW (3.400 MW PLTU Suralaya, 750 MW PLTGU Cilegon, dan 80-100 MW PLTU KDL),
Rencana Pembangunan PLTU Baru Banten akan dibangun PLTU baru yaitu perluasan PLTU Suralaya dengan kapasitas sebesar 600 MW, PLTU Labuan dengan kapasitas boo MW (2x300 MW),dan PLTU Teluk Naga dengan kapasitas 900 MW (3x300 MW). PLTU ini diharapkan sudah akan beroperasi tahun 2009. Captive Power Untuk mencegah kegagalan dalam proses produksi, sebagian industri membangun pembangkit listrik untuk kepentingan sendiri dan dipakai sendiri (captive power). Kapasitas total pembangkit captive di Kab. Lebak, Kab. Serang, Kab. Tangerang, dan Kota Tangerang adalah sebesar 2.330 MW.

2. Potensi Energi
A.   Energi Fosil
1)    BatuBara
Banten memiliki sumber daya batubara sebesar 10,3 juta dalam bentuk sumber daya tereka, yang terletak di Banten Selatan. Keberadaan sumber daya batubara ini berpotensi untuk pengembangan pembangunan pembangkit listrik skala kecil dengan bahan bakar utama batu bara.
2)    Migas
Di Provinsi Banten terdapat potensi Migas, yaitu:
a.   Blok Ujung Kulon Posisinya berada di offshore danonshore sebelah selatan  Provinsi Banten.  Blok ini sedang dalam proses pelaksanaan eksplorasi oleh Energi 3 Berhad, Malaysia.
b.   Blok Rangkas  Posisi diatas Blok Ujung Kulon. Blok ini sekarang sedang dalam proses pelaksanaan eksplorasi oleh Lundin Rangkas BV.
c.   Blok Banten Posisi diutara Blok Rangkas (dalam tahap pendataan untuk ditenderkan oleh Pemerintah Pusat/Dirjen Migas
Potensi cadangan Migas di daerah ini belum diketahui secara pasti karena masih dalam tahap eksplorasi lanjutan. Di Banten terdapat Depo Pertamina Tanjung Cerem di Merak dan Depo Petronas dan Shell di Merak yang mensupply kebutuhan migas untuk wilayah Banten. Selain itu kebutuhan migas Banten juga di supply dari Depo Pertamina Plumpangdi Jakarta. Di Provinsi Banten terdapat sekitar  SPBU yang melayani penjualan BBM, yaitu tesebar di Kota Tangerang . SPBU, Kabupaten Tangerang. SPBU, Kabupaten Serang. SPBU, Kota Cilegon . SPBU, Kabupaten Pandeglang. SPBU dan Kabupaten Lebak. SPBU.
3)    Gas
Di Banten pada saat ini, telah terdapat jaringan pipa transmisi gas bumi yang membentang dari Cilegon ke Cirebon milik Pertamina untuk mensuply gas ke kawasan industri krakatau steel. Di samping itu terdapat juga jaringan distribusi gas bumi milik PT. PCN yang memasok gas bumi ke industri-industri di wilayah Banten Utara. Industri-industri di Tangerang merupakan pelanggan terbesargas bumi PT. PGN.
Untuk memenuhi permintaan gas bumi di Pulau Jawa yang terus meningkat, PT. PGN sedang membangun jaringan transmisi pipa gas bumi dari Grissik di Sumatera Selatan menuju ke Serpong Tangerang dengan entry point nya di Bojonegara, Kabupaten Serang. Pembangunan pipa transmisi sedang dalam tahap penyelesaian. Pipatransmisi gas ini direncanakan berkapasitas maksimum 1.000 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). Pembangunan pipa distribusi untuk menyalurkan gas dari Bojonegara ke 1 Kawasan Industri Krakatau Steel juga saat ini sedang di bangun oleh PT. PGN dan PT. KDL.


B.   Energi Non Fosil
Kenyataan bahwa cadangan minyak bumi dan gas bumi dunia semakin tipis tidak dapat dielakkan lagi. Kondisi ini memaksa dilakukannya pencarian energi non fosil sebagai energi alternatif yang dapat mengurangi beban supiai energi berbasis rninyak dan gas bumi. Untuk mengantisipasi terjadinya krisis energi ini, maka diperlukan suatu pengadaan energi atternatif yang ramah lingkungan tanpa mengakibatkan terjadinya degradasi sumber daya alam. Pencarian dan penggalian energi alternatif tersebut dapat dirujukkan kepada potensi-potensi yang sebenarnya telah tersedia di sekeliling kita seperti sampah, air, surya, angin yang selanjutnya potensi ini dapat dikategorikafi Energi baru terbarukan (EBT). Energi Terbarukan adalah energi yang pada umumnya merupakan sumberdaya non fosil yang dapat diperbaharui dan apabila dikelola dengan baik maka sumberdayanya tidak akan habis. Jenis energi terbarukan meliputi Panasbumi, Mikrohidro, Tenaga Surya, Tenaga Gelombang, Tenaga Angin, dan Biomasa. Inventarisasi terhadap potensi energi ini telah dilakukan pleh Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Indonesia (ITI). Hasil dari inventarisasi, yaitu sbb:
1)    Energi Air
Provinsi Banten wilayah selatan yang mempunyai kondisi geografis berbukit-bukit menyimpan banyak potensi tenaga air skala kecil yang cukup banyak. Berdasarkan hasit survey yang telah dilakukan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Provmsi Banten diidentifikasi beberapa potensi mikrohidro di Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang, yaitu di:
a.    Desa Maraya, Kec. Sajira, Kab. Lebak
b.    Desa Hariang, Kec. Muncang, Kab. Lebak
c.    Desa Sobang, Kec. Muncang, Kab. Lebak
d.    Desa Cimanyangrai, Kec. Gn. Kencana, Kab. Lebak
e.    Desa KramatJaya, Kec. Gn. Kencana Kab. Lebak
f.     Desa Sudamanik, Kec. Cimarga, Kab. Lebak
g.    Desa Bojongmanik, Kec. Bojongmanik, Kab. Lebak
h.    DesaTegalwangi, Kec. Menes, Kab. Pandegiang
i.      Desa Cilentung, Kec. Cisata, Kab. Pandegiang
j.      Desa UjungTebu, Kec. Ciomas, Kab. Serang
k.    Desa Pondokhuru, Kec. Ciomas, Kab. Serang
l.      DesaTenjoayu, Kec. Tanara, Kab. Serang
m.   Desa Sujung, Kec. Tirtayasa, Kab. Serang
n.    Desa Padarincang, Kec. Padarincang, Kab. Serang
o.    Desa Kaduberem, Kec. Padarincang, Kab. Serang
Daya yang dapat dibangkitkan dari PLTMH ini bervariasi mulai dari yang terkecil 39 kw di Sobang, Muncang sampai yang terbesar 3 mw di Ujung Tebu, Ciomas
2)    Energi Surya
Energi cukup banyak tersedia dan dapat dimanfaatkan di Provinsi Banten, yang memiliki sebagian besar iklim panas. Pemanfaatan dan perawatannya relatif lebih mudah dibanding sumber energi alternatif yang lainnya.
3)    Energi Biomassa
Energi Bio Massa di wilayah Banten cukup melimpah, mengingat luasnya lahan pertanian dan perkebunan. Energi biomasa meliputi kayu, limbah pertanian/perkebunan/hutan, komponen organik dari industri dan rumah tangga, kotoran manusia dan hewan. Biomasa dapat dikonversi menjadi energi dalam bentuk bahan bakar cair, gas, panas, dan listrik. Teknologi konvers! biomasa menjadi bahan bakar cair dan gas antara Iain teknologi pirolisa (biooil), esterifikasi (biodiesel), teknologi fermentasi (bioetanol), anaerobik digester (biogas), dan gasifikasi. Sedangkan teknologi konversi biomasa menjadi energi panas dan listrik antara lain teknologi pembakaran, dan gasifikasi. Potensi Biomasa (sekam) di Banten, terdapat di:
a.    Desa Tegal Wangi dan desa Alas Wangi, Kec.
b.    Menes, Kab. Pandeglang
c.    Desa Cilentung dan desa Palembang, Kec.
d.    Cisata, Kab. Pandeglang
e.    Desa Palurahan, Ke. Kaduhejo, Kab. Pandeglang
4)    Energi Panas Bumi
Pada tahun 2020 kebutuhan listrik di Provinsi Banten diperkirakan sebesar 6.000 MW atau tumbuh rata-rata sekitar 6% per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Provinsi Banten sampai dengan tahun 2020 diperlukan penambahan daya rata-rata 104 MW per tahun pada saat ini. tambahan kapasitas beban puncak tersebut akan terus meningkat hingga pada tahun 2020 yang mencapai 185 MW per tahun.
Menyikapi fenomena tersebut pemerintah telah mengeluarkan kebijakan berupa percepatan pembangunan pembangkit listrik melalui Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 02 Tahun 2010, yang salah satu diantaranya adalah proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan (Panas Bumi) PLTP Rawa Dano di Provinsi Banten dengan kapasitas 1 x 110 MW.
Berbicara panas bumi sebenarnya bukan hal baru di dunia kelistrikan Indonesia, namun demikian potensi panas bumi Indonesia sebesar 28 GW (30% Potensi Panas Bumi Dunia) kapasitas yang telah terpasang baru mancapai 1.189 MW (4,3%), sedangkan roadmap sampai dengan tahun 2025 terpasang sebesar 9.500 MW. Di Provinsi Banten potensi panas bumi yang tersedia sebesar 800 MW yang tersebuar di 7 lokasi dan yang telah diidentifikasi oleh Kementerian ESDM khususnya Badan Geologi ada 3 titik potensi yaitu :
-       Kaldera Danau Banten (Komplek Gn. Karang, Gn. Pulosari, dan Rawa Danau) dengan potensi 115 MW
-       Gunung Endut di Kabupaten Lebak dengan potensi spekulatif sebesar 225 MW
-       Pamancalan di Kabupaten Lebak dengan potensi spekulatif sebesar 225 MW
Dari 3 (tiga) titik potensi tersebut yang telah ditetapkan sebagai Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi (WKP Panas Bumi) adalah Kaldera Danau Banten yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 0026K/30/MEM/2009 tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi di Daerah Kaldera Danau Banten Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, dan telah dilelangkan pada tahun 2010 dengan pemenangnya yaitu Konsorsium PT. Sintesa Green Energy dan PT. Banten Global Synergi dengan kondisi saat sekarang (awal tahun 2011) sedang dalam penyiapan penerbitan IUP oleh Gubernur Banten dan persiapan pelaksanaan eksplorasi dan studi kelayakan.
Untuk status potensi Gunung Endut sendiri sampai dengan awal bulan Maret 2011 masih dalam proses penetapan WKP oleh Menteri ESDM dimana proses tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Sedangkan status potensi panas bumi di Pamancalan, sampai dengan tulisan ini dibuat statusnya masih dalam penelitian Badan Geologi dimana pada tahun 2011 akan dilakukan penelitian lebih lanjut oleh Pusat Sumber Daya Geologi Bandung.
Kebijakan dan Kewenangan Provinsi dalam pengelolaan dan Pengembangan Panas Bumi Di Banten meliputi:
-       Pembuatan peraturan perundang-undangan di daerah di bidang pertambangan Panas Bumi;
-       Pembinaan pengusahaan dan pengawasan pertambangan Panas Bumi di wilayah lintas kabupaten/kota;
-       Pemberian izin dan pengawasan pertambangan Panas Bumi di wilayah lintas kabupaten/kota;
-       Pengelolaan informasi geologi dan potensi Panas Bumi di wilayah lintas kabupaten/kota;
-       Inventarisasi dan penyusunan neraca sumber daya dan cadangan Panas Bumi di provinsi.
Hal-hal yang telah dilakukan Dinas Pertambangan dan Energi dalam pengembangan panas bumi, diantaranya yaitu :
-       Pembuatan Peraturan Gubernur No. 36 Tahun 2009 tentang Pedoman Usaha Panas Bumi
-       Menyelenggarakan lelang Wkp Panas Bumi Kaldera Danau Banten ( mulai bulan Juli th. 2010 )
-       Fasilitasi penetapan WKP Panas Bumi lainnya di Provinsi Banten
Penyelidikan terdahulu :
-       Direktorat Geologi , Departemen Pertambangan, tahun 1974.
-       Pertamina, Divisi Geothermal, tahun 1975.
-       Pertamina, pemboran dangkal, tahun 1976.
-       Pertamina , study geothermal, tahun 1979.
-       Pertamina, Survei geofisika, tahun 1980.
-       Pertamina, pemboran dangkal, tahun 1980.
-       Pertamina, Survei geologi, geokimia, geofisika dan pemboran slim hole, 1991.

3. Pengembangan Energi Baru Terbarukan
A.   Potensi Air
Potensi sumber daya air wilayah Provinsi Banten banyak ditemui di Kabupaten Lebak, sebab sebagian besar wilayahnya merupakan kawasan hutan lindung dan hutan produksi terbatas.
Berdasarkan pembagian Daerah Aliran Sungai (DAS), Provinsi Banten dibagi menjadi enam DAS, yaitu:
-       DAS Ujung Kulon, meliputi wilayah bagian Barat Kabupaten Pandeglang (Taman Naional Ujung Kulon dansekitarnya);
-       DAS Cibaliung-Cibareno, meliputi bagian Selatan wilayah Kabupaten Pandeglang dan bagian selatan wilayah Kabupaten Lebak;
-       DAS Ciujung-Cidurian, meliputi bagian Barat wilayah Kabupaten Pandeglang;
-       DAS  Rawadano,  meliputi  sebagian  besar wilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang;
-       DAS  Teluklada,   meliputi  bagian   Barat  wilayah Kabupaten Serang dan Kota Cilegon;
-       DAS Cisadane-Ciliwung, meiiputi bagian Timur wilayah KabupatenTangerangdan KotaTangerang.
Tata air permukaan untuk wilayah Provinsi Banten sangat tergantung pada sumber daya air, khususnya sumber daya air bawah tanah. Terdapat 5 satuan Cekungan Air Bawah Tanah (CABT) yang telah di identifikasi, yang bersifat lintas kabupaten maupun kota, antara lain CABT Labuan, CABT Rawadano dan CABT Malingping dan lintas propinsi, meliputi CABT Serang - Tangerang dan CABT Jakarta (Keputusan Menteri ESDM Nomor: 716.K/40/MEM/2003 Tentang Batas Horisontal Cekungan Air Tanah Pulau Jawa dan Madura)
Potensi dari masing-masing cekungan air bawah tanah ini, dapat diuraikan sebagai berikut:
-       Satuan Cekungan Air Bawah Tanah (CABT) Labuan
CABT Labuan ini mencakup wilayah Kabupaten Pandeglang (± 93 %) dan Kabupaten Lebak (± 7 %) dengan luas lebih kurang 797 km. Batas cekungan air bawah tanah di bagian barat adalah selat Sunda, bagian utara dan timur adalah batas pemisah air tanah dan di bagian selatan adalah batastanpa aliran karena perbedaan sifat fisik batuan. Jumlah imbuhan air bawah tanah bebas (air bawah tanah pada lapisan akuifer tak tertekan/akuifer dangkal) yang berasal dari air hujan terhitung sekitar 515 juta m3/tahun. Sedang pada tipe air bawah tanah pada akuifer tertekan/akuifer dalam, terbentuk di daerah imbuhannya yang terietak mulai elevasi di atas 75 m dpi sampai daerah puncak Cunung Condong, Gunung Pulosari dan Gunung Karang;
-       Satuan Cekungan Air Bawah Tanah (CABT) Rawadano
CABT Rawadano mencakup wilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, dengan total luas cekungan lebih kurang 375 km2. Batas satuan cekungan satuan air bawah tanah ini di bagian utara, timur dan selatan beruba batas pemisah air bawah tanah yang berimpit dengan batas air permukaan yang melewati Gunung Pasir Pematang Cibatu (420 m), Gunung Ipis (550 m), Gunung Serengean (700 m), Gunung Pule (259 m), Gunung Kupak (350 m), Gunung Karang (1.778 m), Gunung Aseupan (1.174 m) dan Gunung Malang (605 m). Sedang batas di bagian barat adalah Selat Sunda.
Berdasarkan perhitungan imbuhan air bawah tanah, menunjukkan intensitas air hujan yang turun dan membentuk air bawah tanah di wilayah satuan cekungan ini sejumlah 180 juta m3/tahun, sebagian diantaranya mengalir dari lereng Gunung Karang menuju Cagar Alam Rawadano sekitar 79 m3/tahun. Sedang air bawah tanah yang berupa mata air pada unit akuifer volkanik puma Danau yang dijumpai di sejumtah 115 lokasi menunjukkan total debit mencapai 2.185 m3/tahun. Sementara itu pada unit akuifer volkanik Danau pada 89 tokasi, mencapai debit 367 m3/tahun. Total debit dari mata air keseluruhan sebesar 2.552 m3/tahun.
-       Satuan Sub Cekungan Air Bawah Tanah (CABT) Serang –Cilegon.
Satuan sub cekungan ini merupakan bagian dari CABT Serang -Tangerang, yangsecara administratif termasuk dalam wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang, dengan luas wilayah sekitar 1.200 krm. Batas satuan cekungan ini di bagian utara adalah laut Jawa, bagian timur adalah K.Ciujung, bagian selatan merupakan batas tanpa aliran dan bagian barat adalah Selat Sunda. Dari hasil perhitungan neraca air menunjukkan jumlah imbuhan air bawah tanah di wilayah satuan cekungan ini sebesar 518 juta m3/tahun, sedang jumlah aliran air bawah tanah pada tipe lapisan akuifer tertekan sekitari 3 m3/ tahun, berasal dari daerah imbuhan yang terletak di sebelah utara dan barat daya yang mempunyai elevasi mulai sekitar 50 m dpi.
-       Satuan Sub Cekungan Air Bawah Tanah (CABT) Tangerang
Satuan sub cekungan ini mencakup wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan sebagian Kabupaten Bogor (Provinsi Jawa Barat), dengan total luas sekitar 1.850 km2. Batas sub cekungan ini di sebelah Utara adalah Laut Jawa, bagian timur adalah Kali Cisadane, bagian Selatan yang merupakan kontak dengan lapisan nir akuif er,serta bagian barat adalah Kali Ciujung. Jumlah imbuhan air bawah tanah di seluruh sub CABT Tangerang sekitar 311 juta m3/tahun, sedangkan jumlah aliran air bawah tanah tertekan terhitung sekitar 0,9 juta m3/tahun.
Iklim wilayah Banten sangat dipengaruhi oleh Angin Monson (Monson Trade) dan Gelombang La Nina atau El Nino. Saat musim penghujan (Nopember- Maret) cuaca didominasi oleh angin Barat (dari Sumatera, Samudra Hindia sebelah selatan India) yaag bergabung dengan angin dari Asia yang melewati Laut Cina Selatan.cuaca didominasi oleh angina Timur yang menyebabkan wilayah Banten mengalami kekeringan yang keras terutama di wilayah bagian pantai utara, terlebih lagi bila berlangsung El Nino. Temperatur di daerah pantai dan perbukitan berkisar antara 22" C dan 320 C, sedangkan suhu di pegunungan dengan ketinggian antara 400 -1.350 m dpi mencapai antara 18° C -29" C besar 2.712 - 3.670 mm pada September - Mei mencakup 50 Pandeglang sebelah barat dan pada bulan September - Mei wilayah Kabupaten Serang sebelah Barat Kota Cilegon, 50% luas Serang sebelah utara dan seluruh Serang. Pada musim kemarau, 615 - 833 mm pada bulan Desember Curah hujan tertinggi sebesar 3.712 - 3.670 mm pada luas wilayah Kabupaten Pandeglarig sebelah barat dan 335 - 453 ini pada bulan September - Mei mencakup 505 tua wilayah Kabupaten Serang Utara, seluruh wilayah Kota Kota Tangerang. Pada musim curah hujan tertinggi sebesar 615 - 653 mm pada April - Desember mencakup 501; luas wilayah Kabupaten Serang sebelah utara, seluruh luas wilayah Kota Cilegon, 50% luas wilayah Kabupaten Tangerang sebelah Utara dan seluruh luas wilayah Kota Tangerang, sedangkan curah hujan terendah pada musim kemarau sebanyak 360 - 466 mm pada bulan Juni - September serta wilayah Kabupaten Tangerang sebelah selatan dan 155 luas wilayah Kabupaten Serang Tenggara.
B.   Potensi Panas Bumi
Daerah panas bumi Gunung Endut merupakan salah satu daerah panas bumi di Provinsi Banten. Gejala panas bumi dicirikan dengan munculnya mata air panas dengan  suhu berkisar antara 53°C hingga 80 °C. Secara umum, geologi daerah survei didominasi oleh batuan vulkanik produk Gunung Endut dengan basemen batu sedimen tersier. Survei magnetotelluric dilakukan untuk mengetahui keadaan bawah permukaan, sehingga diharapkan dapat memperkirakan tebal batuan penudung dan top reservoir.
Hasil survei MT memperlihatkan sebaran tahanan jenis yang bervariatif, dimana tahanan jenis rendah tersebar di sebelah utara, timur, dan tenggara mata air panas Cikawah, sedangkan tahanan jenis tinggi tersebar di sekitar mata air panas Cikawah dan Handeuleum. Tahanan jenis tinggi diperkirakan berasosiasi dengan kubah vulkanik bawah permukaan. Sistem panas bumi Gunung Endut diperkirakan berupa kompleks kubah vulkanik, dimana kubah vulkanik sebagai batuan penudung dan reservoir panas bumi berada di bawahnya. Tebal Lapisan penudung diperkirakan berada pada kedalaman 200 – 600 m dengan ketebalan mencapai 1000 m. Reservoir panas bumi diperkirakan berada di bawah kubah vulkanik yaitu pada kedalaman sekitar        1500 m. Luas daerah prospek panas bumi berdasarkan hasil survei MT sekitar 11 km2, dengan estimasi potensi energi sekitar 80 MWe pada kelas cadangan terduga.
Berdasarkan hasil pengukuran MT dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.
-          Sistem panas bumi daerah Gunung Endut diperkirakan merupakan kompleks kubah vulkanik, yang dicirikan dengan adanya sebaran tahanan jenis tinggi yang menyerupai kubah.
-          Tahanan jenis tinggi tersebar di sekitar mata air panas Cikawah dan Handeuleum yang meluas ke arah Gunung Endut dan Gunung Bongkok.
-          Tahanan jenis tinggi diinterpretasikan sebagai kubah vulkanik yang menjadi batuan penudung sistem panas bumi di daerah ini.
-          Lapisan penudung diperkirakan berada pada kedalaman 200 – 600 m dengan ketebalan mencapai 1000 m.
-          Reservoir panas bumi diperkirakan berada di bawah kubah vulkanik yaitu pada kedalaman sekitar 1500 m.
-          Luas daerah prospek panas bumi sekitar 11 km2, dengan estimasi potensi energi sekitar 80 MWe.

Beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan di dalam penentuan WKP antara lain:
-    Perkiraan letak prospek panas bumi (reservoir, sumber panas)
-  Sistem hidrologi panas bumi
-          Kemungkinan adanya perluasan dan tambahan prospek baru setelah dilakukan penelitian dan kajian lebih lanjut oleh pihak pengembang (lihat tabel di bawah).
-          Pertimbangan lain yang tidak dibahas disini antara lain tata guna lahan, demand, aksesibilitas, perkiraan harga listrik, dan dampak lingkungan.

Kriteria penentuan usulan WKP Daerah Panas Bumi  Gn. Endut
No.
Kriteria
Perkiraan Letak/lokasi
Keterangan
1
Heat Source
diperkirakan berasal dari sisa panas yang diperkirakan berasal dari stock dibawah manifestasi Cikawah dan Handeuleum
Berada di dalam areal usulan WKP
2
Reservoir
terletak di zona permeabilitas batuan Formasi Sareweh dan Cimapag terkekarkan. Terperangkap di kedalaman > 1500 m
s.d.a
3
Sistem hidrologi (resapan dan limpasan)
Pasokan air meteorik (101 hingga 300 mm/tahun) meresap melalui zona resapan (60%). Zona akumulasi yang bersistem air panas tersebut
s.d.a

Berdasarkan pertimbangan tersebut maka WKP daerah panas bumi G. Endut diusulkan seluas 26.330 hektar, berada pada koordinat:   
A
106° 14' 34.44" BT
6° 32' 0.6" LS
Luas daerah prospek 11 km2
Usulan WKP 26.330 Ha
Potensi 80 MWe
B
106° 24' 18.36" BT
6° 31' 55.92" LS
C
106° 24' 20.88" BT
6° 38' 0.24" LS
D
106° 22' 44.04" BT
6° 38' 2.4" LS
E
106° 22' 46.2" BT
6° 40' 4.8" LS
F
106° 14' 36.6" BT
6° 40' 13.44" LS



C.   Potensi Matahari
Matahari terletak berjuta-juta kilometer dari Bumi (149 juta kilometer) akan tetapi menghasilkan jumlah energi yang luar biasa banyaknya. Energi yang dipancarkan oleh matahari yang mencapai Bumi setiap menit akan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi seluruh penduduk manusia di planet kita selama satu tahun, jika bisa ditangkap dengan benar.
Setiap hari, kita menggunakan tenaga surya, misal untuk mengeringkan pakaian atau mengeringkan hasil panen. Tenaga surya bisa dimanfaatkan dengan cara-cara lain: Sel Surya (yang disebut dengan sel fotovoltaik’ yang mengkonversi cahaya matahari menjadi listrik secara langsung. Pada waktu memanfaatkan energi matahari untuk memanaskan air, panas matahari langsung dipakai untuk memanaskan air yang dipompakan melalui pipa pada panel yang dilapisi cat hitam.
Sel tenaga surya adalah sebuah alat semikonduktor yang mampu mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Pengubahan ini disebut efek photovoltaic.
Pembangkit listrik tenaga surya adalah metode kompetitif dengan yang konvensional karena memiliki usia yang cukup panjang dalam penggunaannya, tidak ada bahan bakar yang dibutuhkan, rendah biaya operasional dan cepat dalam penginstalasiannya.
Jika diasumsikan, biaya tenaga surya akan cukup rendah setelah penyusutan. Demikian penjelasan Hiroshi Morimoto dari Sharp Corporation Japan. “Penggunaan modul photovoltaic secara luas, dapat mencegah perubahan iklim yang disebabkan oleh global warming,” imbuh Hiroshi..
Sel surya bekerja menggunakan energi matahari dengan mengkonversi secara langsung radiasi matahari menjadi listrik. Sel surya merupakan perangkat semikonduktor yang terdiri dari diode tipe p-n (p-n junction) yang mampu mengubah energi cahaya (foton) menjadi energi listrik. Perubahan energi ini biasa disebut dengan efek fotovoltaik.
Efek ini ditemukan oleh Becquerel pada tahun 1839 pada saat Alexandre-Edmond Becquerel mendeteksi adanya tegangan foton ketika sinar matahari mengenai elektroda pada larutan elektrolit. Sel surya pertama kali dibuat oleh Charles Fritts pada 1883 yang melapisi semikonduktor selenium dengan lapisan emas yang sangat tipis untuk membentuk junction. Era modern dalam pembuatan sel surya dimulai pada 1954, pada saat Bell Laboratories bereksperimen dengan semikonduktor dan menemukan bahwa silikon yang didoping dengan beberapa bahan memiliki sensitivitas yang sangat tinggi terhadap cahaya.
Semikonduktor tipe-n bisa didapatkan dengan mendoping silikon dengan unsur dari golongan V sehingga terdapat kelebihan elektron valensi dibanding atom sekitar. Sedangkan semikonduktor tipe-p diperoleh dengan doping oleh golongan III sehingga elektron valensinya kurang satu dari atom sekitar. Daerah yang ditinggalkan elektron ini disebut dengan hole. Ketika kedua material tersebut mengalami kontak, maka kelebihan elektron dari tipe-n akan berdifusi ke tipe-p sehingga area doping-n akan bermuatan positif sedangkan area doping-p akan bermuatan negatif. Medan elektrik yang terjadi antara keduanya mendorong elektron kembali ke daerah-n dan hole ke daerah-p. Pada proses ini terbentuklah p-n junction.
Pada saat cahaya mengenai permukaan silikon pada sel surya, ada beberapa hal yang mungkin terjadi. Pertama, foton akan menembus silikon. Hal ini biasanya terjadi pada foton yang memiliki energi yang rendah. Kedua, foton akan dipantulkan oleh permukaan. Ketiga, foton akan diserap oleh silikon. Ketika foton diserap oleh silikon, maka hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya panas maupun membentuk pasangan elektron-hole yang terjadi ketika energi foton yang datang lebih tinggi daripada lebar pita energi silikon. Apabila ditempatkan hambatan pada terminal sel surya, maka elektron dari area-n akan kembali ke area-p sehingga arus akan mengalir.
Pemanfaatan energi surya sangat menjanjikan bagi pengembangan energi terbarukan di negara-negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa. Sumber energi fosil yang semakin menipis, sangat mendesak penggantian pemanfaatan energi lain yang lebih memiliki prospek di masa mendatang


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
-          Provinsi Banten memiliki aspek fisik wilayah dari segi unsur energi yang berupa potensi ketenagalistrikan, potensi energi dan pengembangan energi baru terbarukan. Dari ketiga potensi tersebut berada di setiap kabupaten/kota yang ada di wilayah provinsi Banten yang dibawahi oleh Dinas Pertambangan Dan Energi (DISTAMBEN) provinsi Banten sebagai penerapan otonomi daerah di provinsi Banten.
-          Dari segi potensi ketenagalistrikan Sistem kelistrikan di Provinsi Banten merupakan bagian dari sistem interkoneksi tenaga listrik Jawa-Madura-Bali. Sistem ini merupakan interkoneksi jaringan tegangan ekstra tinggi 500 KV, yang membentang sepanjangJawa-Bali Kondisi Eksisting Ketenagalistrikan di Provinsi Banten Kebutuhan listrik di Propinsi Banten dipenuhi dari pembangkit listrik di sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali, pembangkit captive, serta pembangkit-pembangkit isolated dalam jumlah yangkecil. PLTU Suralaya yang terletak di Suralaya, Kota Cilegon, Propinsi Banten merupakan pembangkit, yang terhubung dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (JAMALI)  melalui  transmisi SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra  Tinggi) 500 Kv.
-          Dari segi potensi energi terdapat energi fosil yang terdiri dari batu bara, migas, dan gas sedangkan energi non fosil berupa energi air, energi surya, energi biomassa, dan energi panas bumi.
-          Dari segi pengembangan energi baru terbarukan terdiri dari potensi air, potensi panas bumi dan potensi matahari.

4.2 Saran
Potensi wilayah di wilayah provinsi Banten berupa aspek fisik wilayah yang berupa unsur energi maupun pertambangan yang dikelola oleh DISTAMBEN provinsi Banten merupakan potensi yang harus dijaga sebagai penentu potensi wilayah daerah yang khas terutama dari provinsi Banten. Walaupun masing-masing daerah juga memiliki unsure energy yang sama atu berbeda-beda namun kita harus saling menjaga keberlangsungan unsur energi dari wilayah masing-masing dengan mempergunakannya secara bijak dan adil agar kelestarian dari suatu wilayah tetap terjaga dengan baik.
                  







DAFTAR PUSTAKA